Rabu, 15 November 2017

i'm tired.


Saat hari pertama saya masuk sekolah kembali, perasaan senang menggeliputi hati karena akhirnya saya memasuki kelas 12. Senang bisa bersama-sama kembali dengan teman-teman dan masuk kelas baru bersama teman-teman seperjuangan IPS. Jujur, saya sangat puas dengan teman-teman baru di kelas 12 IPS 2 ini, ditambah dengan wali kelas baru, Bapak Hari, yang menginspirasi saya selama ini
Selama 3 bulan pertama di kelas 12 IPS 2 ini, awal nya semua berjalan dengan baik. Pembelajaran dan nilai saya juga baik-baik saja. Relasi dengan teman, guru dan keluarga seperti sedia kala nya. Namun, setelah 1 bulan berjalan, saya merasa kesulitan membagi waktu. Ibaratnya seperti tsunami yang menghantam diri saya tiba-tiba. Semua permasalahan datang sekaligus, termasuk kesulitan membagi waktu antara sekolah, OSIS, membuat PR/tugas, les bimbel, les IELTS dan kegiatan lain. Belum lagi masalah-masalah yang muncul di keluarga, antar teman, di tempat les, OSIS dan masalah lainnya. Semua perlu waktu dan urutan dalam pengerjaannya. Saya tahu itu, namun tetap saja saya melakukan kebalikannya. Saya malah memperbanyak nonton youtube, pergi-pergi bersama teman, dan kegiatan lain yang sebenarnya tidak penting dan tidak mendadak. Akibatnya semua rencana, semua masalah tidak terselesaikan. Yang ada saya malah stress sendiri

Saya merasa menyesal, les preparation IELTS  tidak saya lakukan saat saya di kelas 11. Semua saya lakukan mendadak. Tugas, PR, belajar untuk ulangan dan paper juga saya lakukan sehari sebelumnya. Dampaknya pada diri saya sendiri adalah beban tugas yang menumpuk, stress, sakit-sakitan, kurang tidur, dan masalah semakin bertambah. Namun, saya tetap saja mendahulukan kenikmatan-kenikmatan duniawi seperti main HP, nonton Youtube, nonton korea, dan segala macam yang tidak penting, yang sebenarnya waktu tersebut bisa saya pakai untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif. 

Dampak konkrit nya pada diri saya adalah ; Pengumpulan paper telat, tugas yang baru saya kerjakan di pagi hari seperti pelajaran seni dan ekonometri, tidak selesai belajar untuk ulangan, relasi dengan keluarga berkurang karena hanya masalah sepele, relasi dengan teman berkurang, telat bangun pagi, sakit-sakitan, try out di inten baru belajar hari H, dan masih banyak lagi masalah-masalah saya.

Akhir-akhir ini saya menyadari, bahwa saya perlu mengubah cara hidup. Baru saja kemarin saya mengikuti kelas motivasi di tempat les, bahwa memang di kelas 12 ini, cara hidup harus diubah. Di kelas itu saya belajar benyak mengenai pengorbanan, bahwa kenikmatan-kenikmatan kecil harus di korbankan sebentar untuk mendapat kenikmatan besar saat keterima di fakultas dan universitas yang dipilih. Setelah itu, saya benar-benar terdorong untuk merubah cara hidup. Saya di gereja tadi sudah meminta pertolongan Tuhan benar-benar agar saya tidak jadi pemalas. 

Saya bersyukur kepada Tuhan, saya diberikan sikap-sikap positif sehingga saya masih mampu bertahan di kelas 12 ini. Puji Tuhan, di kelas 12 ini, nilai-nilai saya cukup stabil dan saya masih meminta pertolongan Tuhan serta menambah usaha dari diri saya agar nilai saya terus naik. Semua itu berkat sikap-sikap positif dan kebiasaan bagus yang sudah saya tanamkan sejak dulu. Dari kecil, Ibu mengajarkan saya, bahwa jika memulai sesuatu harus diselesaikan sampai tuntas. Prinsip itu yang saya pegang dalam belajar. Sehingga saya tumbuh sebagai orang yang sedikit perfectionist, hal tersebut terlihat dalam cara saya belajar. Bahwa saya belajar sampai detailed, semua saya pelajari. Cara belajar saya ada positif nya ada negatif nya, yaitu saya menjadi lama belajarnya dan kadang tidak selesai. Namun, karena prinsip yang saya pegang, saya akan belajar kembali di pagi hari, di mobil atau di sekolah keesokan harinya.

Selain itu, sikap positif saya lainnya dalam belajar adalah saya selalu meletakkan HP saya, jauh dari tempat belajar, bahkan kadang saya matikan. Hal ini cukup membantu, saya menjadi lebih fokus dan tidak ada waktu yang terbuang karena main HP. Sikap positif lainnya dalam diri saya adalah saya orang yang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Jika saya diberikan tugas, saya akan mengerjakannya dengan maksimal, bahkan saya mengorbankan diri untuk tidak tidur dan tidak makan hanya untuk mengerjakan tugas itu. Saya juga adalah orang yang cukup terbuka dengan ide baru dan masukkan-masukkan dari orang lain.

Dari hari ini, saya ingin terus mengembangkan sikap-sikap dan kebiasaan positif tersebut dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Saya menyesal dan meminta maaf akan semua kesalahan-kesalahan saya selama ini, segala orang-orang yang saya rugikan dan ikut terpengaruh akibat tindakan, sikap, dan kebiasaan buruk saya, baik orangtua dan adik saya, yang harus mengantarkan saya bolak-balik ke rumah sakit dan menerima segala keluh-kesah dan sikap buruk saya. Kepada teman-teman saya yang chat nya kadang tidak saya balas. Kepada guru-guru yang kerepotan akibat menerima pekerjaan saya yang melewati deadline. Kepada semua rekan OSIS, jika pekerjaan saya kurang memuaskan. Kepada kelas Inten dan wali kelas Inten saya, apabila saya sering absen di kelas. Kepada kelas 12 IPS 2 dan Pak Hari selaku wali kelas saya, jika saya kurang bertanggung-jawab pada tugas-tugas saya di sekolah sehingga berdampak pula kepada Bapak dan seluruh kelas. 

Saya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Yang bertanggung-jawab atas kewajiban saya sebagai murid, yang sadar akan tindakan,sikap ataupun perilakunya. Sehingga saya di kemudian hari dapat membanggakan pihak-pihak yang selalu men-support saya sampai sekarang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar